
Grobogan, 11 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Islam Sunniyyah Selo (STISS) Grobogan melaksanakan penyerahan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun 2026 di MA Sunniyyah Selo, Kabupaten Grobogan.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa di lapangan sekaligus wujud nyata sinergi antara STISS Grobogan dan MA Sunniyyah Selo dalam mendukung pengembangan kompetensi calon pendidik yang berakhlak, berilmu, dan profesional.
Dalam kegiatan tersebut, STISS Grobogan diwakili oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Ketua STISS Grobogan, Sucik Rahayu, S.Pd., M.M. Mahasiswa PPL secara resmi diserahkan kepada pihak MA Sunniyyah Selo untuk melaksanakan rangkaian kegiatan PPL sesuai dengan program yang telah ditetapkan.
Dari pihak MA Sunniyyah Selo, kegiatan dihadiri oleh Kepala Madrasah, Choerur Rosad, S.Ag., M.Pd.I., serta Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Sugita, S.Pd. Kehadiran jajaran madrasah menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan PPL sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan madrasah.
Sucik Rahayu menyampaikan bahwa PPL bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di lingkungan pendidikan.
“Mahasiswa harus menjadikan PPL sebagai ruang untuk belajar, beradaptasi, meningkatkan kompetensi, dan membangun pengalaman sebagai calon pendidik. Jaga nama baik almamater, kedepankan etika, tanggung jawab, dan profesionalisme selama berada di madrasah,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Melalui pelaksanaan PPL 2026, mahasiswa diharapkan mampu memahami secara langsung proses pembelajaran, budaya kerja di lingkungan madrasah, serta berbagai dinamika yang dihadapi oleh seorang pendidik.
Kolaborasi antara STISS Grobogan dan MA Sunniyyah Selo diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua lembaga. Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk melangkah menuju dunia pendidikan yang sesungguhnya.
Dari kampus menuju madrasah, dari ilmu menuju pengalaman, dan dari pengalaman menuju profesionalisme.
