STISS Grobogan Cetak Sejarah, Laksanakan KKL Perdana di Dua Provinsi Sekaligus dan Perkuat Jejaring melalui MoU di Jawa Timur dan Bali

Grobogan, 26 Juli 2026 – Sekolah Tinggi Islam Sunniyyah Selo (STISS) Grobogan mencatat sejarah baru melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) perdana di dua provinsi sekaligus, yaitu Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali. Kegiatan yang berlangsung pada 22–26 Juli 2026 ini tidak hanya menjadi perjalanan akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam memperluas jejaring kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai lembaga pendidikan.

Kegiatan KKL lintas provinsi ini menjadi bagian dari komitmen STISS Grobogan dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning) serta memperkuat hubungan kelembagaan dengan berbagai institusi pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara langsung mengenai praktik baik pengelolaan pendidikan, tetapi juga menyaksikan bagaimana kolaborasi antarlembaga dibangun untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Perjalanan akademik dimulai di Provinsi Jawa Timur dengan berbagai agenda kunjungan, observasi, diskusi, serta penguatan kerja sama kelembagaan. Selanjutnya, rombongan STISS Grobogan melanjutkan perjalanan ke Provinsi Bali untuk melaksanakan kegiatan akademik sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, STISS Grobogan melaksanakan penandatanganan MoU dengan sejumlah lembaga pendidikan sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta berbagai program kolaboratif lainnya.

Selain agenda kerja sama, mahasiswa STISS Grobogan memperoleh pengalaman akademik melalui kunjungan ke berbagai institusi pendidikan, di antaranya perguruan tinggi dan lembaga pendidikan yang memiliki praktik unggul dalam pengelolaan akademik. Mahasiswa mengikuti kegiatan observasi, diskusi ilmiah, berbagi pengalaman, serta mempelajari berbagai inovasi dalam pembelajaran, tata kelola lembaga, pengembangan program akademik, dan penguatan budaya mutu.

Kegiatan KKL lintas dua provinsi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa karena memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung keberagaman pendekatan pendidikan di berbagai daerah. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga belajar mengenai nilai profesionalisme, kreativitas, kolaborasi, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan yang berbeda.

Ketua STISS Grobogan, Sucik Rahayu, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa pelaksanaan KKL sekaligus penguatan kerja sama melalui MoU di dua provinsi merupakan langkah strategis dalam pengembangan institusi.

“Kegiatan ini menjadi bukti komitmen STISS Grobogan untuk terus membuka ruang belajar yang lebih luas bagi mahasiswa. Melalui KKL dan kerja sama dengan berbagai institusi, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata, sementara kampus semakin memperkuat jejaring akademik untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan,” ungkapnya.

Pelaksanaan KKL dan penandatanganan MoU di Jawa Timur dan Bali menjadi tonggak penting bagi STISS Grobogan dalam memperluas kontribusi di bidang pendidikan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembangunan kemitraan yang berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, STISS Grobogan terus melangkah memperkuat eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak lulusan berilmu, profesional, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan global.

Perjalanan akademik selama lima hari, 22–26 Juli 2026, menjadi bukti bahwa STISS Grobogan tidak hanya membawa mahasiswa untuk melihat dunia pendidikan lebih luas, tetapi juga membangun jembatan kerja sama menuju masa depan pendidikan yang lebih maju.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *